Uji Statistik Hipotesis

Uji Statistik Hipotesis

Hallooo… pemirsa dan pembaca situs resmi mahasiswa UT Hong Kong Program Non-Sipas www.uthk-mandiri.com. Berjumpa kembali pada mata kuliah Pengantar Statistik Sosial, dalam sambungan Estimasi dan Uji Hipotesis. Kali ini, kita akan mengenal mengenai "Uji Statistik Hipotesis". Untuk bagian ini, akan sedikit rumit jika dibandingkan dengan Estimasi. Yuk, mari ditengok.. Semangat..!!

Apa itu Hipotesis?

Hipotesis adalah jawaban teoritis atas permasalahan yang dihadapi peneliti. Setelah seorang peneliti membuat hipotesis, dia akan mengumpulkan data empiris, dan setelah data empiris tersebut maka seorang peneliti akan membuat suatu keputusan dengan kemungkinan mempertahankan hipotesis atau merevisi hipotesis.

Uji hipotesis sendiri lebih ditujukan untuk membuat suatu pertimbangan tentang perbedaan antara nilai statistik sampel dengan nilai parameter populasi. Dengan adanya perbedaan nilai tersebut maka dalam pengujian hipotesis, kita akan diperkenalkan dengan satu hipotesis yang disebut sebagai hipotesis null (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha).

Elemen Uji Hipotesis

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengujian hipotesis, yaitu:

  1. Merumuskan hipotesis null dan hipotesis alternatif
    • Langkah–langkah dalam menyusun hipotesis null (Ho):
      1. Ho merupakan hipotesis yang akan diuji keberlakuannya.
      2. Hipotesis ini selalu mengandung data yang ada ditingkat populasi
      3. Ho selalu menggunakan notasi = (sama dengan)
    • Langkah-langkah dalam menyusun hipotesis alternatif (Ha):
      1. Ha merupakan hipotesis yang akan dibuktikan kebenarannya dan selalu berlawanan dengan Ho
      2. Hipotesis ini selalu mengandung data yang ada ditingkat sampel
      3. Ha selalu menggunakan notasi ≠ (apabila data disampel tidak diketahui), < (apabila data disampel diketahui lebih kecil dibanding data dipopulasi), serta > (apabila data disampel lebih besar dibanding data dipopulasi)
  2. Memilih uji statistik yang sesuai

    Beberapa uji statisitik yang dapat digunakan:

    Uji Statistik

    Tingkat Pengukuran (skala)

    Uji Statistik

    Uji Statistik untuk Satu Sampel

    Nominal/ordinal

     

    Tes-z untuk proporsi binomial
    Chi square
    Runs-test

    Interval/rasio

    Tes-z untuk rata-rata bila standar deviasi populasi diketahui
    Tes-t untuk rata-rata bila standar deviasi populasi tidak diketahui

    Uji Statistik Dua Sampel Independen

    Nominal

    Chi square untuk independen
    Tes-z untuk proporsi binomial

    Ordinal

    Wilcoxon
    Mann-Whitney

    Interval/rasio

    Tes-t

    Uji Statistik untuk lebih dari dua sampel independen

    Nominal

    Chi square untuk independen

    Ordinal

    Kruskal Wallis

    Interval/rasio

    Analisis Variance

    Uji Statistik untuk Dua sampel Dependen

    Nominal

    McNemar untuk binomial

    Ordinal

    Wilcoxon

    Interval/rasio

    Tes-t untuk perbedaan rata-rata

    Sumber: George Argyrous, (143)

  3. Menentukan taraf signifikansi (Alpha)
    • Alpha adalah daerah penolakan terhadap Ho
    • Tingkat signifikansi dalam ilmu sosial (0,01; 0,05; 0,1)
    • Umumnya taraf signifikansi yang digunakan adalah 0,05
    • Besar kecilnya tingkat signifikansi yang diberikan memberi pengaruh pada besar kecilnya kemungkinan kita menolak Ho. Semakin besar tingkat signifikansi yang diberikan maka semakin besar kemungkinan kita untuk menolak Ho.
  4. Melakukan perhitungan

    Uji Statistik Hipotesis

  5. Mengambil keputusan atau kesimpulan

    Kita akan menolak Ho apabila nilai z hitung lebih dari atau sama dengan nilai z alpha atau apabila nilai z hitung (hasil perhitungan) kurang dari atau sama dengan nilai –z alpha (z pada tabel).

    Uji Statistik Hipotesis

Menentukan Tingkat Signifikansi

Setiap keputusan statistik selalu bersifat probabilistik dan bukan suatu hal yang mengandung kepastian yang berarti juga bahwa kemungkinan adanya kesalahan diakui oleh ilmu sosial. Gambarannya adalah sebagai berikut: Bila kita memberikan alpha sebesar 0,05 maka hal itu berarti bahwa kita memberikan toleransi untuk melakukan kesalahan sebanyak lima kali dari seratus. Begitu pula apabila kita menentukan alpha 0,1 maka hal itu berarti kita memberikan toleransi untuk melakukan kesalahan sepuluh kali dari seratus. Dengan demikian, terlihat bahwa semakin kecil nilai alpha yang kita tetapkan, sesungguhnya semakin baik penelitian yang kita lakukan.

Ada 2 kemungkinan kesalahan yang bisa terjadi, yaitu kita menolak Ho, padahal Ho itu benar (kita sebut sebagai galat I), dan kesalahan kedua adalah kita menerima Ho padahal Ho itu salah (kita sebut sebagai galat II).

Nah, sekian dulu pengantar untuk Uji Hipotesis ini, untuk selanjutnya kita akan masuk lebih jauh lagi mengenai Uji Statistik Satu Sisi dan Dua Sisi. Di bagian selanjutnya, kita akan lebih sering bermain dengan angka-angka dan kalkulator….

Sampai jumpa lagi… Semoga bermanfaat..!!

Penulis :

Uji Statistik Hipotesis

Liem Merry – UPBJJ-UT Pontianak

Copyright © UTHK-Mandiri - Tulisan di website ini merupakan hasil karya members UTHK-Mandiri (UT Hong Kong Program Non-Sipas), silahkan apabila ingin mengutip sebagian atau seluruhnya dengan menyebut sumber UTHK-Mandiri/www.uthk-mandiri.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

UTHK-Mandiri adalah Wadah Bagi Mahasiswa UPBJJ UT Jakarta Program Non-Sipas di Hong Kong..!!

Attention For All Members, Please Visit This Site Regularly. Thank You For Your Cooperation!

Current Song
Radio Online